Dasar Pemikiran

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 2004 tentang Perubahan STAIN Malang menjadi UIN Malang yang terbit pada tanggal 21 Juni 2004.

Sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Presiden tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim menjadi lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pengembangan keilmuan secara terintegrasi baik ilmu agama maupun ilmu umum.

Amanat kelembagaan tersebut kemudian dikristalisasi dalam visi besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu “menjadi universitas Islam terkemuka dalam penyelenggaraaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan professional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bernafaskan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat”.

Dalam rangka mewujudkan visi besarnya tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim telah menetapkan Rencana Strategis Pengembangan Universitas 25 Ke Depan (2005-2030). Terdapat tiga tahapan pengembangan Universitas, yaitu: Tahap Academic and Institusional Establishment (2005-2010), Tahap Regional Recognition and Reputation (2011-2020), dan Tahap International Recognition and Reputation (2021-2030). Rencana Strategis ini pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang 10 Tahun Ke Depan yang telah berhasil mengantarkan kampus ini berstatus menjadi Universitas.

Berdasarkan Rencana Strategis Pengembangan Universitas tersebut kemudian implementasikan dalam bentuk Sembilan (9) Program Prioritas Pengembangan Universitas yaitu: (1) Implementasi Paradigma Intergrasi Sains dan Islam, (2) Optimalisasi Peran Ma’had (3) Peningkatan Kompetensi Bahasa Asing melalui Program Bilingual (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris), (4) Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM, (5) Revitalisasi Peran Sosial dan Keagamaan Universitas melalui Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, (6) Optimalisasi Manajemen Berbasis ICT, (7) Internasionalisasi Universitas, (8) Pengembangan Kelembagaan, dan (9) Penggalian Sumber-sumber Pendanaan.

Terkait dengan upaya mewujudkan Program Prioritas Ke-9 yaitu Penggalian Sumber-sumber Pendanaan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim memandang penting keberadaan Lembaga Pengembangan Bisnis. Terlebih, Universitas ini telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor: 68/KMK.05/2008 tentang Penetapan UIN Malang sebagai lembaga dengan sistem Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Sebagai lembaga dengan PK-BLU, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas.

Sebagai lembaga yang berbentuk BLU, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat menggali sumber-sumber pendanaan yang luas dan kuat dalam rangka pengembangan Universitas yang pada akhirnya bermanfaat dalam memperkuat layanan kepada masyarakat secara lebih baik dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan produktivitas.