Siam Login

Pemanfaatan AI dalam Pendeteksian Dini Penyakit Jantung

Penelitian terbaru dari Universitas Teknologi Bandung telah menghasilkan sebuah inovasi dalam bidang kesehatan dengan menciptakan model Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi gejala awal penyakit jantung. Model ini dikembangkan berdasarkan ribuan data rekam medis pasien dari berbagai rumah sakit di Indonesia yang kemudian diolah menggunakan algoritma machine learning modern. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sistem diagnostik yang mampu bekerja secara otomatis dengan akurasi tinggi.

Dengan tingkat akurasi yang mencapai 91%, AI ini mampu mengenali pola-pola awal yang mengindikasikan adanya risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung, maupun aritmia. Dibandingkan dengan metode manual atau semi-digital, sistem ini memberikan hasil yang lebih cepat dan presisi. Peneliti menyatakan bahwa model AI ini juga dapat belajar dan menyesuaikan diri seiring dengan penambahan data baru, sehingga menjadi lebih adaptif terhadap tren kesehatan terkini.

Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah kemampuannya untuk diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan berbasis cloud. Dengan demikian, para dokter dan tenaga kesehatan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, dapat mengakses hasil analisis secara daring tanpa memerlukan perangkat keras yang canggih. Pengujian terhadap sistem ini juga melibatkan kerja sama dengan rumah sakit di pedalaman Kalimantan dan Papua.

Penelitian ini juga memperhatikan aspek etika dan privasi data. Tim peneliti menjamin bahwa data yang digunakan telah melalui proses anonimisasi dan enkripsi. Selain itu, mereka mendorong regulasi kesehatan nasional untuk mulai mempertimbangkan integrasi teknologi AI dalam sistem pelayanan publik. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji klinis berskala nasional guna memastikan konsistensi performa sistem AI dalam berbagai kondisi geografis dan demografis.

AI ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu diagnosis, namun juga sebagai platform edukasi bagi pasien. Pasien dapat mengakses informasi tentang kondisi mereka serta mendapatkan rekomendasi tindakan medis awal, seperti pola makan, olahraga, dan kontrol tekanan darah. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit jantung.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi AI memiliki potensi besar dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, teknologi ini bisa menjadi langkah besar dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berita Terkait